Dalam rangka Ultah Blog ni yg pertama, aq berencna permak habis tampilannya. Tungguin yaw....

Comments ato ga, polling ato ga, maen game di si ni ato ga, pokoknya Thnx U dah mampir blog ni...

Sejarah dah nunjukin pemimpin2 hebat kayak Napoleon di masa perang, Franz Beckenbauer di dunia sepak bola, n Ir Soekarno juga. Soalnya pada dasarnya setiap orang punya potensi mimpin. Tapi hanya sedikit yg bisa gunain potensi kepemimpinannya. Karena mang memimpin ga segampang itu, aq sndri penah ngrasain.

Gag ada yang pribadi, cause tu rahasia hatiku sendiri. Blog ni cuma berisi about dokumentasi sepak terjang karier latihan kepemimpinan n suka - duka ku sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.

KATEGORI


Leader Corner : 3/4

Wah
Ga nyangka tenyata sekarang dah bulan ke-9 dari 12 bulan jatah qu (SK Dekan bilangnya mpe 31 Des 09) sebagai ketua HMJ Admin Bisnis Undip Semarang. Tu brati dah 75% waktu yg ku pake. Aku berharap di sisa waktu 25% ni, ada hal yg masih bisa ku berikan buat HMJ Admin Bisnis.
Tampilkan postingan dengan label Leader Reference. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leader Reference. Tampilkan semua postingan

13 Nov 2007

Teori Kepemimpinan II

Pendekatan perilaku ikut nentuin keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh gaya bersikap dan bertindak pemimpin yang bersangkutan.

Dalam pendekatan perilaku ini secara berturut-turut coba-coba diuraikan beberapa gaya kepemimpinan, antara lain :

  • Studi kepemimpinan Universitas Iowa

  • Studi kepemimpinan Universitas Michigan

  • Studi kepemimpinan Universitas Ohio

  • Managerial grid

  • Empat system managemen

  • Teori x dan teori y

1. Menurut Universitas IOWA kepemimpinan ada 3, yaitu :

  • Kepemimpinan gaya otoriter / authoritarian ( Agarwal )

Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

  • Kepemimpinan gaya demokratis / democratic ( Herbert G. Hiks dan Ray C. Gullett )

Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

  • Kepemimpinan gaya liberal / Laissez Faire ( C. G. Brown )

Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

Para ahli pendukung teori ini adalah Ronald Lippitt dan Ralph K. Whithe

2. Menurut MICHIGAN kepemimpinan ada 2, yaitu:

  • Kepemimpinan terpusat pada pekerjaan

Sang leader mberi perhatian besar ma pekerjaan anak buahnya, menjelaskan prosedur kerja, time schedule n target hasil. Jadi ibaratnya kalo ketemu pemimpin kayak gini, yang diomongin melulu soal gawean, jarang banget mbanyol n sejenisnya.

  • Kepemimpinan terpusat pada bawahan

Leader mberi perhatian khusus pada hubungan ma bawahan, membangun kepuasan bawahan dalam bekerja. Bagi sebagian orang, gaya ini asik tuh. Yang ada cuma hepy n hepy, jarang ada kerjaan.

Lebih lanjut, teori MICHIGAN bilang kalo dua perilaku pemimpin ini masing-masing ekstrim pada bentuk Job disatu pihak dan pada bentuk employee dipihak lain (independen). Maksudnya gini: kalo misalnya leader concern di terpusat pada pekerjaan sebanyak 70%, dia jadi ga sempet mikirin bawahannya coz perhatiannya cuma sisa 30%.

3. Menurut OHIO kepemimpinan ada 2, yaitu:

  • Kepemimpinan menurut struktur tugasnya

Leader menaruh perhatian di pekerjaan : dengan jelas banget mendefinisikan peran pemimpin – bawahan ; gimana tugas-tugas yang harus dikerjakan, hubungan komunikasi, agenda kerja , dsb.

  • Kepemimpinan menurut tenggang rasa

Leader mperlihatkan kepedulian ma bawahan , berusaha membentuk iklim kerja yang ramah dan mendukung.

Beda ma interpretasi Michigan Study, Ohio State menginterpretasikan kalo kedua perilaku dasar tu saling dependen, so bisa berkembang menjadi perilaku leader yg perhatian 100% ma pekerjaan dan SEKALIGUS perhatian 100% pada bawahan itu baru great leader.

4. Menurut "Managerial Grid" kepemimpinan ada 2,yaitu:

  • Peta kepemimpinan (managerial grade) adalah metode pengevaluasian gaya-gaya kepemimpinan.

  • Tujuan utama dari penggunaan Peta ni di suatu organisasi adalah buat mengevaluasi gaya kepemimpinan seorang leader kemudian melatih manajer tsb utk menggunakan teknik-teknik yg secara simultan lebih peduli pada karyawan maupun pd pekerjaan / produksi (gaya 9,9)

Para ahli pendukung adalah : Robert R. Blake dan James S. Mouton.

5. Empat Sistem Manajemen perilaku pemimpinan ada 2, yaitu:

  • Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas

  • Kepemimpinan yang berorientasi pada orang

Menurut Rensis Likert gaya kepemimpinan terbagi atas 4 macam, yaitu :

    • Otokratis pemerasan

    • Otokratis bijak

    • Kepemimpinan konsultasi

    • Kepemimpinan peran serta kelompok

Kalo yang ini agaknya ga usah dijelasin panjang lebar azza deh. Dari namanya juga udah keliatan.

6. Teori X dan Y

Nah, ini teori yang sedikit lucu, tapi sebenarnya masuk akal juga sih. Menurut teori ni, manusia tu sebenarnya ada “dua jiwa” dalam dirinya, yaitu menurut X dan Y.

Teori X: Bagian ni menyatakan soal sifat manusia yang jelek-jelek, resek, nyebelin, n sejenisnya. Menurut teori X, pada dasarnya manusia seneng diawasi kalo gi kerja, ga seneng nerima tanggung jawab, pengin selalu aman, ga kerja kalo keuntungan atau imbalannya ga jelas. Betul?

Teori Y: Nah, beda ma sebelumnya, bagian ni menyatakan soal sifat manusia yang baek-baek. Menurut teori X, pada dasarnya manusia seneng bekerja, kreatif n bertanggung jawab.

Teori ini didukung oleh : Douglas McGregor

Nah, dari semua teori2 tu terus kita mo pake yg mana? Sebenarnya ga ada satu gaya yg paling cocok, tapi semua gaya tersebut perlu dipadukan ma yg lain. Tapi apapun gayanya, ada yg kudu diperhatikan. Yaitu kepemimpinan tu sebenarnya kita mengatur manusia, bukan mesin.

Ngatur mesin tinggal pencet langsung jalan kalo mesin tu baik. Terus kalo mesin itu ngrawatnya bener, pasti kerjanya juga bener. Beda dengan manusia. Dikasih instruksi lengkap kaya’ apa, dia belum tentu bisa ngerjain dgn baik. Tergantung pengalamannya. Manusia semakin produktif, dia akan semakin terlatih n lama-lama bisa meningkat – tu kalo kita sebagai pemimpin bisa mbimbing. Kalo mesin, semakin dipake dia semakin aus, lama-lama rusak atau ketinggalan jaman. Terus manusia ngrawatnya bener, belum tentu hasilnya bener karena dia punya emosi, motivasi, potensi, dan tujuan. Itulah yg perlu kita gali dari bawahan kita.

Akhir kata, buat bisa praktek kepemimpinan dengan baek, kita ga bisa cuma ngandalin mbaca buku2 n teori kepemimpian – di atas tu salah satunya ;-) Tapi lebih dari itu: butuh latihan dan praktek langsung. Sama kayak kita belajar renang atau naik motor, pasti kita latihan dulu, walau nanti harus tenggelam, tersedak, jatuh, dan diketawain...

Read More......

30 Okt 2007

Teori Kepemimpinan I

Ngelola sebuah organisasi, tentu ga bisa lepas dari kepemimpinan. Nah, sebelum mbahas leadership lebih lanjut, ni mo dibahas basicnya dulu.

Sekilas coba kita liat dulu pengertian kepemimpinan dari para ahli:

  1. Harold Koontz dan Cyrill O. Donnell (1976)

(Leadership is the art of inducing subordinates to accomplish their assignment with zeal and confidence)

(Kepemimpinan adalah seni buat membujuk bawahan biar nyelesaiin pekerjaan- pekerjaan mereka dengan semangat keyakinan)

  1. Fred E. Tiedler (1967)

Leadership is the process, of influencing grup activities toward goal setting and goal achievement

(Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok untuk nentuin tujuan dan gimana bisa mencapainya)



  1. Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1982)

Leadership is the process of influencing the activities of an individual or group in efforts toward goal achievement in a given situation

(Kepemimpinan adalah proses mpengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam sikon tertentu . )

Nah, dari dasar itu dapatlah disimpulkan kalau :

Kepemimpinan adalah : Rangkaian kegiatan penatan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .

Terus, bedanya kepemimpinan sama manajemen apa?Tu kan sama2 proses me-manage some1 biar tujuan organisasi kesampaian. Ni...

  • Manajemen : proses pencapaian tujuan organisasi melalui usaha orang lain

    • Manajer : orang yang selalu memikirkan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi (hanya ada didlm organisasi)

  • Kepemipinan : kegiatan dlm rangka mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai suatu tujuan

    • Bisa dilakukan dlm organisasi (thdp bawahan), atau diluar organisasi (bukan bawahan)

Dengan kata lain, seorang pemimpin lom tentu manajer. Tapi kalo manajer bukan pemimpin, wah berabe neh... mending ga sah jadi manajer aja deh. Makanya belajar kepemimpinan dulu ;-)

Terus, perbedaan laen leadership ma management bisa diliat di tabel ni, yg gw ambil dari slide kuliah dosenku. Makasih ya, Pak...




Dari semua di atas yang dah dibahas mpe berbusa-busa, bisa disimpulkan kalau:

    • Kepemimpinan diperlukan buat nciptain perubahan

    • Manajemen diperlukan biar tercipta keteraturan

    • Manajemen bersama kepemimpinan bisa menciptakan perubahan secara tertib dan njaga organisasi biar etap selaras dengan lingkungannya

    • Agar organisasi efektif, butuh banget manajer sekaligus pemimpin

Dari berbagai sumber.
to be continued...

Read More......

27 Okt 2007

Gimana Cara Memilih Pemimpin Ideal

Akhir2 ini banyak organisasi yg bingung nentuin siapa pemimpin penerusnya. Malah ga jarang organisasi tu malah ngalami kemunduran gara-gara ga bisa milih pemimpin yg ideal. Lalu seperti apa sih pemimpin yang ideal itu?

Sebelumnya ayo kita liat kutipan sabda Rasulullah SAW di dalam salah satu haditsnya, “Apabila suatu urusan (termasuk negara, institusi, organisasi) diurus oleh orang yang bukan ahlinya (tidak profesional), maka tunggulah kehancurannya”. Dari Hadits tadi, jelas bisa disimpulkan kalau salah2 milih pemimpin, fatal akibatnya.

Yuks coba kita teropong ibadah sholat berjamaah. Semua Muslim dah pada tau kalau dalam sholat berjamaah, ada yang disebut dengan imam (pemimpin) dan ada pula yang disebut dengan makmum (jamaah atau rokyah). Nah, dalam sholat berjamaah ini, fiqh (undang-undang hukum Islam) ga pernah ngebahas siapa yang jadi makmum, siapa aja boleh. Tapi kalo soal memilih imam, fiqh ini bener2 ketat. Dalam konteks organisasi kemahasiswaan kita, siapa saja boleh jadi anggota, tapi tidak sama halnya untuk menjadi seorang pemimpin organisasi ini.

Di dalam dalil tentang Sholat berjama’ah, seorang imam tu harus orang yang paling ‘alim (pandai), ini syarat yang pertama. Imam kudu orang yang bener-bener paham dan mengerti soal agama, terutama mengenai sholat. Didalam sebuah organisasi juga gitu. Leader ga perlu pinter2 kaya’ Einstein, tapi harusnya orang yang tahu masalah-masalah internal and eksternal yang sedang dihadapi ma personil dan dunia luar. Selain tu, juga harus tahu pula mencari alternatif jalan keluar untuk menyelesaikan problematika-problematika tersebut.

Next, seorang imam bacaannya harus bagus dan indah. Imam ga boleh orang mbelo. Didalam sebuah organisasi, ini bisa kita artikan kalo pemimpin tu hendaknya punya kemampuan orasi yang apik, kemampuan untuk menyuarakan kepentingan dan aspirasi anggota dan masyarakat ramai. Contoh tu Nelson Mandela yg gencar kampanya anti apartheid. Itu dia kenapa seorang leader dituntut untuk memiliki sense of politics yang kuat terhadap anggota yang dipimpinnya.


Kalo dua ciri leadership ideal diatas ditemuin di banyak figur, maka syarat untuk menjadi imam yang ketiga, berdasar dalil, ”Hendaklah kamu memilih orang yang lebih tua umurnya”. Jika kita bandingin syarat ketiga ni dengan organization leader, maka hendaknya kita ngutamain ahli yang lebih senior (dari segi usia) untuk menduduki jabatan pemimpin itu. Berdasar fiqh, bila ada dua orang yang expert, yang cocok jadi leader ya sebelah kiri yang lebih tua ini (asal dia masih mampu bertugas). Jangan milih yang lebih muda alesannya ganteng….

Nah, kalau tiga ciri pemimpin ideal tadi ada di beberapa figur atau calon, maka syarat keempat untuk menjadi imam itu, ”Hendaklah kamu memilih orang yang paling dulu atau paling lama tinggal di daerah itu”. Bila kita bandingin lagi ma ciri pemimpin ideal buat sebuah organisasi, maka yg kita pilih ya orang yang paling lama gabung di organisasi ini so dia lebih tau seluk-beluknya.

Satu lagi tambahan soal gimana cara milih pemimpin, yaitu liat juga moralnya. Percuma aja milih pemimpin pinter, berani angkat bicara, paling tua dan lama, tapi dia jiwa pencuri. Wah, bisa2 bangkrut tu organisasi. Atau pemimpinnya berjiwa malez, ya organisasinya jadi ga da penggerak.

Adapted from www.e-tafakkur.blogspot.com

Read More......

24 Okt 2007

Tingginya IPK Bukan Segalanya

Masih inget dulu ketika babe ngasih nasehat kurang lebih begini, “Belajar yang sungguh-sungguh, Nang. Biar nilaimu bagus – bagus dan bisa dapet kerja enak dan hidup enak.”
Ini bukannya mau nentang nasehat ortu, tapi kenyataannya gw liat nilai, IPK, GPA, atau apapun namanya tenyata bukan satu-satunya yang bisa nentuin keberhasilan seseorang di dunia kerja kelak.
Ga percaya? Coba liat potongan iklan lowongan kerja yang gw catut dari www.cdc.eng.ui.ac.id , sebuah situs jaringan pengembangan karir bagi alumni UI.



Apa yang mbuat gw tertarik gw kasih tanda merah. Yuk coba kita comments satu-satu.
1.Yang pertama, ternyata ada jalur khusus biar kita bisa cepet promosi jabatan yang tinggiiii banget. Kebanyakan perusahaan ngasih nama program tu Manaement Trainee (MT). Kalo di Coca Cola itu namanya National Graduate Trainee Program (NGTP). Denger-denger program serupa di Bank Niaga namanya Executive Development , terus kalo di Bank Internasional Indonesia (BII) istilahnya Management Development Program Tapi tu cuma nama, secara umum gunanya program ya sama azza: program khusus untuk menyiapkan kader-kader pemimpin perusahaan di masa depan. Siapa seh yg ga pengen jadi bos perusahaan sekaligus eksekutif muda , tajir, mobilnya Ferrari? He3, khayalan tingkat tinggi neh?
2.Terus, ternyata buat jadi leader perusahaan, kita ga harus jadi kutu buku yg nilainya A+ semua !!! Liat tuh, buat ikutan program MT syarat minimal IPK-nya “cuma” 3. So, bukannya bermaksud ngajarin jelek nih – mending jadi orang jangan tlalu rajin kuliah. Sekali dua kali boleh-lah cabut., tapi... cabut kuliah jangan buat tidur doank. Manfaatkan tu buat ikutan organisasi, seminar, pergi ke tempat baru yang bermanfaat, dll, dsb, dst. Lagian, raport anak kuliahan ga ada kolom “Sakit sekian hari, ijin sekian hari, alpa sekian hari”.
3.Aktif di ekstrakurikuler, apapun itu.
4.Punya good leadership + problem solving.
Nah, dua point itulah yang kita ga bisa dapetin di bangku kuliah yang lebih banyak teori doang, tapi kita bisa dapetin di luar kelas. Misalnya kita ikutan jadi panitia seminar. Pasti ntar bakal dikejar-kejar ketuanya, “Mana proposal dah jadi? Giman sponsornya nembus ga? Ruangannya dah siap?”. Sadar atau ga, itulah yang bisa nglatih mental kita buat nghadapin kesulitan yang sesungguhnya di lapangan.
Terus syarat lain seperti English well, umur, dan sejenisnya, agaknya ga usah di comment lagi. Dah banyak yang pada tau.
Masih kurang puas dengan contoh iklan lowongan itu? Ni gw kasih satu lagi


Gimana? Secara umum program goals and syarat-syaratnya relatif sama khan?

Read More......

Lagi Boring, Sensi, Mosi? Play it!

Instuction: Gampang koq. Maennya cuma pake control up, down, right, n left button di keyboard. Enjoy!

Super Mario Game

Pacman

Nonton Pilem Terbaru